pogba buruk

Paul Pogba Membuat Manchester United Bermain Buruk

Paul Pogba Membuat Manchester United Bermain Buruk

Pada usia 25 tahun, Paul Pogba seharusnya mulai mendekati puncak kariernya bermain untuk klub dan negara. Secara kondisi fisik mengesankan, dengan visi dan atletisnya memberinya kemampuan untuk mendominasi sepertiga tengah lapangan, dia seharusnya menjadi pemain yang Jose Mourinho bisa andalkan menjadi pemain kunci di Old Trafford. Tapi, sebaliknya, dia membuat tim United lebih buruk.

Diinfokan oleh agen bola terpercaya dewa303 melalui situsnya http://dewa303online.com

Baik Pogba maupun Mourinho tidak bisa disalahkan dalam situasi yang menyebabkan masa depan pemain gelandang itu diselimuti keraguan, dengan juara Italia Juventus siap untuk membawanya kembali ke Turin. Pogba telah melepaskan diri ketika berhadapan dengan tuntutan manajernya, sementara Mourinho belum memberi pemain yang didatangkan dengan harga 89,3 juta poundsterling kepastian untuk tetap bermain di Manchester United.

Pogba yang menduduki peringkat No. 4 di antara gelandang di ESPN FC 100 akan membuat marah manajer dan rekan setimnya dengan ketidakdisiplinan taktisnya, tetapi ketika ia dikerahkan sebagai gelandang dalam saat-saat selama paruh kedua musim lalu, tidak akan pernah berjalan dengan baik.

Ketika Pogba absen selama sembilan minggu musim lalu karena cedera hamstring antara September dan November, United kehilangan dorongan dan kreativitasnya di lini tengah. Itu sama ketika melawan Manchester City di Old Trafford Desember lalu, ketika hukuman untuk Pogba yang mendapat kartu merah melawan Arsenal awal bulan itu membuat tim Mourinho kekurangan kualitas penting dalam derby yang dimenangkan dengan skor 2-1 oleh pasukan asuhan Pep Guardiola.

Pogba dapat meregangkan permainan seperti tidak ada pemain United lainnya bisa; dia bisa mengubah pertahanan menjadi serangan dengan 40 yard. Dia bisa melakukan semua itu 12 bulan yang lalu, tapi kami belum melihat banyak bukti tentang itu untuk klubnya musim ini.

Pogba dianggap telah kehilangan kualitas permainanya yang membaut Mourinho mau memoyong Pogba kembali ke Old trafford,

Ada kehanjilan dari apa yang dia lakukan, seperti penampilan dua golnya yang dominan melawan Young Boys pada bulan September, tetapi sorotan seperti itu sangat tipis di lapangan.

Setahun yang lalu, United merasakan dampak negatif dengan ketidakhadiran Pogba. Sekarang, mereka mulai mendapat manfaat darinya.

Dia memiliki kemampuan untuk menjadi pemain hebat dalam tim yang bagus, karena penampilannya untuk Juventus dan Prancis selama Piala Dunia. tetapi dalam tim yang buruk, seperti tim asuhan Mourinho kali ini yaitu Manchester United, Pogba adalah sebuah keharusan.

Ketika United bersemangat dan percaya diri di bulan-bulan awal kepemimpinan Mourinho, kualitas Pogba menonjol dan membuat tim lebih kuat dan lebih menarik. Demikian pula, Pogba bersinar ketika temannya Romelu Lukaku berada dalam bentuk paling produktif musim lalu menyusul kedatangan dari Everton.

Namun, baik Pogba maupun United berada dalam kondisi sama sejak ia mengalami cedera hamstring pada September musim lalu. Mourinho membuat United menjadi tim yang lebih defensif, kurang petualang, dalam ketiadaan Pogba dan pemain ini telah menjadi hampir tidak kompatibel dengan timnya saat ini sejak itu.